Sabtu, 28 Juli 2012

pohon layu di padang gersang

lihatlah sebatang pohon di sana
hanya sebatang di tengah padang gersang
bukan, bukan terlalu gersang
ada banyak pohon lain yang cerah meruah
penuh daun, bunga dan buah, sungguh sempurna

namun, di dekatnya, tak pernah ada apapun
bagaimana mungkin
dia tak berdaun
tak berbunga
apalagi berbuah
bagaimana mungkin ada yang mau melihatnya
bagaimana mungkin ada yang menghinggap di dirinya
dia, sendiri

tak ada daun yang membuatnya segar
tak ada bunga yang membuatnya menarik
tak ada buah yang membuatnya diingini dan dibutuhkan
yang ada hanya tubuh, batang, yang layu
yang mudah terkelupas
yang akan segera tumbang di terpa angin
yang mungkin akan segera hilang tertebang

tidak, tidak mungkin tertebang
mana ada yang mau
mana ada yang butuh
bahkan pada tubuh ini
batang layu yang tak pernah indah dipandang

pohon lain punya segalanya
banyak yang diingini
banyak yang dibutuhkan dari mereka
semua berada di dekatnya
namun tak pernah benar-benar dekat
tak pernah benar-benar membuat hidupnya berubah, berarti

semua hanya bayangan kelam di padang gersang luas
sementara ada
terlihat dekat
namun tak pernah
tak pernah benar-benar sesungguhnya
tetaplah hidup sendiri
sepi
tak bermakna
tak dibutuhkan
tak diinginkan
tak disukai
tetaplah yang lain
yang memiliki segalanya
tentu saja

cahaya yang berbeda

kelam tiada henti di hariku
hujan terus turun, mendung, gelap, kelabu
ke mana kah engkau, matahari?
ke mana kah engkau, sinar cahaya terang?
lama sudah hari-hari itu ku jalani
tanpa terang, hanya gelap
terkubur dalam semua hal yang menyiksa ini
suatu hari, kubuka sedikit pintu
kulihat, kurasakan
adanya setitik sinar terang
sinar terang yang dulunya kuanggap pusat kekelaman
kini kusadari, ku salah mengira
terang itu telah lama ada, namun ku anggap gelap semua
ternyata, mata ini yang tertutup
bukannya cahaya yang tak menyambut
bukannya matahari yang tak terbit
bukannya sinar yang tak kunjung datang
aku yang mengubur diri
menenggelamkan diri dalam-dalam
menutup pintu rapat-rapat
hingga cahaya itu tak bisa masuk
sekarang sinar itu begitu terang
bahkan layaknya api
dia membakar dengan cepat
menyebar dan terus menyebar seluas-luasnya
kini aku tenggelam dalam cahaya terang
mana ada orang yang bisa melarikan diri dari lautan cahaya
ya, mungkin akan selamanya aku tenggelam dalam cahaya ini
namun, kurasakan hawa yang berbeda
cahaya ini bukanlah cahaya biasa
bukanlah cahaya yang ku kenal
ternyata cahaya yang dulu pernah ada berbeda dengan cahaya yang ini
ku kira ini cahaya yang sama
aku keliru
benar-benar berbeda
walau mereka sama-sama punya sisi gelap
tetap saja kedua cahaya ini berbeda
cahayaku dan cahaya baru itu berbeda
bahkan dengan cahayaku pun itu berbeda?
apa sebegitu besar perbedaannya?
dengan cahaya yang satunya? yang terdahulu?
apakah juga berbeda?
entah cahaya mana yang lebih terang
namun kali ini aku benar-benar tenggelam
masuk amat sangat dalam ke cahaya itu
ingin melarikan diri
ingin menghindari cahaya itu
ingin pergi jauh dari cahaya itu
karna dia berbeda
tapi, benar-benar tak sanggup
keadaan mengharuskanku untuk terus ada seiring cahaya itu
cahaya itu, meluas, meluas dan menelan hidupku
baiklah, kuputuskan menikmati cahaya itu
mungkin saja suatu saat nanti cahaya itu akan memudar
dan kalaupun tidak dan bahkan dia makin meluas
biarlah aku yang menerangkan cahayaku lebih darinya
supaya tak tenggelam aku dalamnya
supaya sama-sama kami bersinar
walau mungkin di tempat yang berbeda
dan dengan cara yang berbeda