Kamis, 21 Juni 2012

teman yang terpaksa dijadikan teman

sepi, sendiri
kesendirian menyelimuti hariku yang diwarnai berbagai macam canda
dalam ramai ku merasa sepi
terlebih lagi di saat sendiri
kurasakan pekatnya sepi itu

ku terpaku, terhenyak dalam diam
tanpa kata, tanpa ekspresi
tak ada yang tau gelutan dalam hati

orang meyakini saat seseorang tertawa dia benar2 tertawa
tapi aku percaya tak selamanya orang tertawa itu benar2 tertawa
tak selamanya orang yang diam itu baik2 saja
bahkan dalam diam, ada banyak rasa yang berpelut

terkadang kurasakan jeritan dalam hati ini
pekik yang begitu keras meminta didengar
namun jeritan itu ku kubur dalam dan kubalut dengan diam
kuyakinkan orang dengan senyum dan juga tawa
kuyakin tak semua percaya
tapi ku juga tau pasti
yang di sekitarku tak sepenuhnya peduli

merasa sendiri sepi sebenarnya pilihan
ku tak ingin memilihnya
namun kuyakin itu terpilih dengan sendirinya

terkadang ada orang yang memilihkan jalan lain
jalan yang lebih ramai, membahagiakan
namun lagi2 kesepian itu terlahir dalam diri
tak peduli sekeliling seperti apa
aku tetap sendiri dalam sepi

bukan ingin sendiri
bukan juga memilihnya
namun terbiasa, di paksa untuk membiasakan diri terhadap kesendirian
jiwaku bergelut salam sepi

sering kali sepi ini menjadi musuh
namun sepertinya ku harus membuatnya menjadi teman
berteman dengan kesendirian
bukanlah hal yang diinginkan

sungguh jauh di sana
kuharapkan datang keramaian
datang perubahan
adanya pembelaan
yang menggeser teman yang terpaksa dijadikan teman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar